Skip to main content
Penderita Kanker Serviks

Resiko Psikologis Hubungan Seksual Penderita Kanker Serviks

Tidak hanya dampaknya secara fisik bagi Penderita Kanker Serviks. Namun juga adanya dampak secara sosial dengan pasanganya, termasuk didalamnya dalam berhubungan seksual. Tentu saja bagi mereka akan mempunyai resiko yang harus di waspdai.

Kanker Serviks adalah kanker yang di derita wanita dan hampir semua wanita punya resiko terkena kanker serviks.

Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh infeksi Human Pappilloma Virus (HPV). Dan dari bermacam tipe yang paling berbahaya adalah tipe HPV 16 dan 18 (80% penyebab kanker serviks).

Kanker serviks memang di derita oleh wanita, tetapi penularannya paling banyak adalah melalui hubungan seksual. Sehingga dalam hal ini Pria juga berperan dalam penularan virus penyebab kanker serviks.

Pada saat wanita terkena kanker serviks. Maka suami biasanya juga akan di minta memeriksa organ genital nya di dikter spesialis kulit dan kelamin.

Virus ini pastinya tidak menyebabkan kanker serviks pada pria. Karena kaum pria tidak memiliki rahim, tapi dalam beberapa kasus HPV bisa menyebabkan kanker penis pada pria.

Dampak Psikologis Penderita Kanker Serviks

Pada wanita Penderita Kanker Serviks pastinya akan ada dampak psikologis dan fisik yang membuat mereka berubah. Khususnya saat berhubungn seks.

Menurut direktur bidang kandungan dari American Cancer Society, Debbie Saslow PhD. Adanya perubahan tersebut adalah turunnya gairah seksual atau libido. Karena kanker yang di deritapun letaknya ada di daerah yang merupakan daerah genital wanita.

Berikut beberapa hal yang menjadi masalah dalam berhubungan seks pada penderita kanker serviks:

  • Tidak bergairah secara seksual
  • Pikiran dan perasaan negatif saat berhubungan seks.
  • Tidak dapat menikmati saat berhubungan seks dan tidak memperoleh kesenangan saat melakukan hal tersebut.
  • Kesulitan mencapai orgasme.
  • Vagina terasa kering dan tidak nyaman.
  • Rasa sakit saat melakukan penetrasi atau stimulasi vagina.
  • Munculnya keputihan yang mengganggu.
  • Dapat terjadi pendarahan saat berhubungan seks.

Maka yang harus dilakukan adalah terbuka dan membangun komunikasi dengan pasangan.

Menyelesaikan pengobatan dan membangun suasana kenyamanan bagi penderita kanker serviks bersama dengan pasangannya.

Karena dengan membangkitkan hal tersebut maka rasa tidak nyaman, cemas dan efek ketakutan saat berhubungan seks tidak akan terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *