Skip to main content
Pap Smear dan IVA

Deteksi Dini Kanker Serviks Dengan Pap Smear dan IVA

Dengan banyaknya kasus kanker serviks di Indonesia. Menurut catatan dari Departemen Kesehatan tercatat setiap tahun terjadi peningkatan sekitar 3,8%. Karena itu sangat diperlukan proses pencegahan sedini mungkin untuk mengurangi resikonya. Salah satu nya adalah dilakukannya pemeriksaan Pap Smear dan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat). Pap Smear dan IVA adalah cara yang tepat untuk mendeteksi adanya kanker serviks.

Apa itu Pap Smear dan IVA ?

Pap Smear merupakan prosedur tes untuk mengetahui adanya kanker serviks pada wanita.

Selain untuk mengetahui sel kanker juga untuk mengetahui perubahan sel leher rahim yang kemungkinan menjadi kanker di kemudian waktu.

Prosedur & Biaya Pap Smear Kanker Serviks

Lalu sebenarnya bagaimanakah prosedur atau cara melakukan Pap Smear?.

Mungkin kebanyakan kita akan khawatir baik membayangkan saat melakukan ataupun biayanya.

Prosedur Pap Smear dilakukan dengan mengambil sample sel dari leher rahim (serviks). Sampel sel ini kemudian diperiksa keabnormalannya di laboratorium. Prosedur ini tidak memakan waktu lama yaitu hanya sekitar 20 menit.

Biaya pap smear kanker serviks sendiri ada di kisaran 400 ribuan. Anda dapat melakukan di Rumah Sakit yang memiliki dokter spesialis kandungan.

IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat)

Sedangkan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) dilakukan dengan cara mengoleskan Asam Asetat 3-5%. Kemudian dokter akan melihat langsung hasil nya dengan melihat langsung perubahan yang terjadi pada mulut rahim.

Prosedur ini cukup singkat hanya dengan 2 menit saja. Prosedur ini bisa dilakukan di puskesmas dengan biaya sekitar 125 – 200 ribu.

Kenapa Perempuan Harus Pap Smear dan IVA ?

Pemeriksaan Pap Smear dilakukan karena setiap perempuan beresiko terkena kanker serviks.

Oleh karena itu mendeteksi lebih dini akan jauh lebih baik, karena pengobatannya akan lebih mudah.

Namun bila kanker serviks terdeteksi saat sudah memasuki stadium 2B dan seterusnya, maka pengobatannya semakin sulit.

Berapa kali sebaiknya dilakukan Pap Smear dan IVA ?

Pemeriksaan sebaiknya dilakukan minimal setahun sekali.

Untuk memastikan hasil tes yang akurat perhatikan hal – hal berikut :

  1. Perempuan
  2. Sudah pernah melakukan hubungan seksual.
  3. Tidak melakukan hubungan intim selama 48 jam (2 hari) sebelum pemeriksaan.
  4. Selama 24 jam sebelum pemeriksaan tidak diperkenankan memakai bahan antiseptik.
  5. Tidak dalam kondisi haid.
  6. Bagi wanita yang baru melahirkan, operasi rahim atau mendapatkan radiasi, pemeriksaan dilakukan 6-8 minggu kemudian.
  7. Perempuan yang mendapatkan pengobatan dengan suppositoria, sebaiknya dihentikan selama 1 minggu sebelum tes.
  8. Tidak sedang dalam infeksi berat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *